Wednesday, November 19, 2014

Contoh Cerpen dan Unsur Intrinsiknya

 Dibawah ini merupakan hasil dari oretan admin ini mengenai  contoh cerpen dan unsur intrinsiknya,
semoga bermanfaat dan dijadikan bahan belajar dan entunya teman-teman setelah melihat admin ini
dapat menentukan dan bagai mana cara mencari sebah Unsur Intrinsiknya.

Contoh cerpen dan unsur intrinsiknya

1.    Sinopsis
Judul                  : Anak Iblis
Pengarang          : Yudhi Herwibowo
Penerbit             : Suara Merdeka
Edisi                  : 13 Maret 2011
Seorang bayi lahir dikampung kami, akan tetapi semua heran dan merasa ketakutan ketika mengetahui bahwa bayi tersebut tidak seperti bayi yang lainnya, ibunya meninggal dunia ketika melahirkan, dukun bayi juga ketakutan dan sempat menyebutnya bahwa bayi itu adalah bayi iblis. Tubuhnya merah memanas, sampai kemaluan ibunya memerah sehingga ibu tersebut tidak kuat menahan.
               Sekampung berniat untuk membunuh bayi tersebut karena dianggap bahwa ia adalah keturunan iblis, sebelum orang kampung datang ke mbaru niang aku langsung membawa bayi tersebut seajuh mungkin. Sejak itu, aku mengasuh bayi itu. Sebenarnya aku ingin sekali memberinya nama seperti bocah-bocah lain. Namun orang-orang di kampung telanjur memanggilnya Bakar, sebuah nama yang diambil dari tanda tubuhnya yang merah seakan terbakar. Bakar tumbuh seperti layaknya seorang anak-anak lainya, sikapnya sopan sehingga anggapan orang kampong makin lama menghilang.
Pada suatu ketika Bakar menampakkan sikap aslinya, ketika ia bermain dengan temannya, dengan hanya menatap tajam ia menjatuhkan temannya sehingga merasa kesakitan. Dan tidak itu juga guru dikelasnya kejatuhan papan tulis dengan keras ketika Bakar dihukum karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah.
Saat itu semua orang mengepung bakar hendak membunuhnya, Dari situ kemarahannya timbul dengan mengeluarkan sebatang lidi, ditancapkannya lidi tersebut ketanah kemudian dari batang lidi itu mengeluarkan percikan air yang kelamaan air tesebut membesar, kejadian itu yang mengakibatkan tenggelamnya kampong kami dan semua orang mati karena tidak bisa menyelamatkan diri. Hanya Ame Tua dan Anacucu ynag berhasil selamat sampai sekarang.
2.   Alur
Dalam cerita ini menggunakan Alur mundur, karena ending cerita diletakkan diawal cerita. Bagiannya seperti berikut :
Bagian Ending dalam bagian ini menceritakan akhir cerita ketika kejadian atau dampak yang mengakibatkan kerusakan dan kematian semua orang, yang tersisa Anacucu dan Ame Tua. Saat itu Ame Tua menceritakan kepadanya tentang kejadian itu. Seperti kutipan dibawah ini :
hari ini biarkan Ame Tua bercerita padamu. Pada waktu singkat, di antara gerimis yang tiba-tiba datang, aku akan bercerita perlahan agar engkau dapat menangkap segala sesuatu yang terungkap

Bagian Awal bagian ini merupakan awal mula cerita pendek Anak Iblis akan dimulai, ketika seorang bayi lahir berbeda dengan bayi-bayi pada umumnya, tubuhnya merah seperti dampak dari panas, yang menyebabkan kematian ibu kandungnya. Semua orang ketakutan, sehingga menyebutnya bahwa anak itu “Anak Iblis”. Pernyataan ini bisa diperkuat dari pengalan kalimat dibawah ini :
aku lihat Mamae Lingpo telah terbaring kaku dengan mata terbelalak. Jelas ia meninggal selepas bayi itu keluar dari rahim karena tak jauh dari kedua kakinya, aku melihat bayi itu bergerak-gerak lemah
…Tubuhnya berwarna merah. Tentu semula aku menyangka itu adalah warna bekas darah. Namun pikiran itu segera hilang, ketika dukun beranak itu mulai berdesis pelan. “Itu bukan darah,” ujarnya seakan bisa membaca pikiranku Dan jangan kaucoba untuk menyentuh! Tubuhnya
… tubuhnya begitu panas….
Bagian Tengah  bagian ini menceritakan permasalahan-permasalahan kecil, permasalahan tentang pertumbuhan Bakar dimasyarakat khususnya dengan teman seumuran. Diceritakan ketika ia tumbuh sebagai anak yang sopan dan baik. Akan tetapi sifat itu berubah ketika bakar diejek temannya, dari hal kecil tersebut, tubuh teman Bakar langsung dikerumuni kalajengking dan semut merah sehingga menyebabkan meninggal dunia dan ada kejadian lain yaitu ketika Bakar dihukum oleh gurunya karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah, hal ini juga mengakibatkan kelas Bakar kejatuhan papan tulis. Semua ini dilakukan Bakar dengan menatap tajam apa yang ia kehendaki. Pernyataan ini bisa diperjelas dengan penggalan kalimat dibawah ini :
…membuat orang-orang lain tak lagi membencinya adalah kesopanannya terhadap orang-orang kampung lainnya. Inilah yang lama-kelamaan, membuat gunjingan negatif tentang dirinya hilang…

…Seorang temannya tiba-tiba saja terjatuh, dan puluhan ular, kelabang dan kalajengking, tiba-tiba merubung dirinya dan menggigit seluruh tubuhnya. Entah di gigitan yang mana nyawanya meregang…
…Entah bagaimana bisa, papan tulis di depan kelas, tiba-tiba jatuh menimpa tubuhnya. Tak hanya jatuh biasa, namun sangat keras, hingga meremukkan kepala sang guru...
Bagian Akhir bagian ini menceritakan permasalahan besar ketika semua orang akan meninggal terhanyut dan terkubur oleh lumpur yang dikeluarkan dari sebatang lidi yang ditancapkan Bakar ketanah. Semua orang marah dengan kelakuan Bakar sehingga menimbulkan keinginan untuk membunuhnya. Pernyataan ini seperti penggalan kalimat sebagai berikut :
…Sebatang lidi, yang juga berwarna merah. Lalu dengan gerakan lambat, ditancapkannya lidi itu ke tanah…


…Namun tak ada yang bisa menariknya, selain dirinya sendiri. Lalu dari lubang lidi itulah banjir kemudian datang dan menenggelamkan desa itu…

3.   Penokohan
Tokoh Sentral                : Bakar
Tokoh Pendukung         : Ame Tua, Anacucu
Penokohan Bakar adalah seorang anak kecil pada umumnya. Akan tetapi yang lebih dikedepankan adalah sifat marah. Hal ini bisa dibuktikan dari penggalan kalimat dibawah ini :
Tiba-tiba Bakar memandangnya dengan tajam dan membuat temannya terjatuh…

…Entah di gigitan yang mana nyawanya meregang…

Sifat marah bakar tidak ditunjukan melalui perkataan akan tetapi pengarang menunjukan dengan cara lain yaitu akibat apa yang dilakukan.
Penokohan Ame tua, adalah seseorang yang berperan sebagai satu-satunya orang yang selamat dari bencana. Tepatnya seorang pahlawan ketika menyelamatkan Bakar ketika baru lahir, karena bentuk dan ciri-ciri tidak sama dengan bayi pada umumnya, tubuhnya merah, dampak dari hawa panas tubuhnya, hal ini menyebabkan kematian ibu kandung yaitu mama lingpo. Dari sini Ame tua merawat Bakar sampai tumbuh dewasa. Selain itu juga penokohan Ame Tua adalah penyayang, karena tampak dari kasih sayang yang diberikan terhadap Bakar, kasih sayang tersebut tampak dalam penggalan kalimat sebagai berikut :
…aku membuatkan untuknya sebuah kolam kecil di depan biliknya…
Dari penggalan diatas menerangkan bahwa wujud kasih sayang, karena orang yang dikasihi, sayangi membutuhkan sesuatu pastinya orang yang mengasihi akan sigap mewujudkannya.
Penokohan Anacucu, tidak ditampakkan karakternya, melainkan ia diposisikan sebagai pendengar tentang semua kejadian yang menimpa kampung dan khususnya pihak keluarga karena mamae linggpo termasuk masih bersaudaraan dengannya.

4.   Tema
Anak termasuk titipan Tuhan Yang Maha Esa, pada hari kebangkitan ketika semua orang dibangunkan dari liang kubur salah satunya permasalahan yang akan dipertanyakan adalah tentang pertanggung jawaban apa yang sudah dititipkanNya yaitu anak, Apakah anak tersebut menjadi anak sholeh dan sholekha atau sebaliknya.
Zaman sekarang banyak orang hamil diluar nikah, hal ini disebabkan peradaban orang timur menirukan gaya dan pola orang barat, lebih tepatnya korban dari mode. hal ini menimbulkan adanya istilah aborsi, membuang janin disembarang tempat sungai, toilet, tempat sampah dan tempat lainnya. Kejadian ini termasuk Tuhan memberikan sebuah kepercayaan dengan wujud sebuah bayi tanpa dosa, akan tetapi menyia-nyiakan dengan membunuhnya. Melakukan ini beralasan bahwa malu, belum siap dan berbagai alasan yang tidak relefan.

5.   Setting
a.     Rumah
Mamae linggpo akan melahirkan Ame Tua  menunggu didepan rumahnya, saat itulah ia langsung lari kedalam rumah karena teriakan ibu-ibu yang membantu dan menoton proses kelahiran,
…kain itu tersibak, aku lihat Mamae Lingpo telah terbaring kaku dengan mata terbelalak...

Penggalan kalimat diatas menegaskan bahwa mamae lingpo terbaring diambin (tempat tidur yang terbuat dari kayu) hal ini menerangan bahwa tempat tidur pasti terdapat di dalam rumah ( SIMBOL ).
b.   Halaman
Bermain dengan bocah-bocah sepantarannya. Seperti bermain kayu, memelihara anak babi, dan berlarian ke dalam hutan mencari sayur, halaman rumah ini yang biasa digunakan sebagai tempat bermain Bakar. Kebiasaan semua orang bahwa Halaman rumah merupakan tempat untuk bermain anaknya, dengan tujuan agar tidak jauh dari pandangan orang tuanya (SIMBOL).

Demikian Contoh Cerpen dan Unsur Intrinsiknya , selamat membaca

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Contoh Cerpen dan Unsur Intrinsiknya

0 comments:

Post a Comment